Tinggalkan komentar

Kapal Perang dan Teknologinya

Selama berabad-abad, kapal telah digunakan oleh manusia untuk mengarungi sungai ataupun lautan, dan meskipun pada awal abad ke-20 telah ditemukan pesawat terbang namun kapal masih memiliki keunggulan yakni mampu mengangkut barang dengan tonase yang lebih besar, misalnya kapal perang untuk mengangkut perlengkapan militer, kapal niaga untuk container barang-barang komersil, hingga kapal tanker yang membawa minyak dan produk turunannya.

Perkembangan Teknologi Perkapalan

Material untuk membuat kapal awalnya berupa kayu, namun seiring pembuatan kapal modern maka dibutuhkan material yang lebih kuat, bahan aluminium dan baja telah digunakan sebagai konstruksi dasar dan membuat lambung kapal.

Tenaga penggerak kapal juga banyak mengalami perkembangan dari saat manusia hanya menggunakan dayung, kemudian angin dengan bantuan layar, lalu mesin uap yang menggunakan bahan bakar batu bara, mesin diesel yang menggunakan bahan bakar minyak, hingga penemuan tenaga nuklir untuk jenis kapal induk, kapal jelajah dan kapal selam.

Keunggulan tenaga nuklir memungkinkan kapal dapat berlayar dalam jangka waktu cukup lama. Tenaga nuklir diperoleh dari reaktor nuklir yang berada pada kapal yang dihubungkan dengan turbin uap. Tenaga uap yang dihasilkan kapal selain untuk tenaga penggerak kapal juga digunakan sebagai sumber tenaga listrik di dalam kapal.

Untuk menentukan arah kapal, awalnya navigator memanfaatkan posisi bintang lalu dibantu alat-alat navigasi sederhana seperti kompas, astrolabe, serta peta. Pada abad ke-20, penggunaan radar, sonar hingga GPS memudahkan tugas navigator karena memiliki ketelian yang sangat tinggi dengan bantuan satelit.

Pengaruh Kebisingan Suara Kapal

Kebisingan kapal dengan tingkat intensitas tinggi yang tidak disadari menyebabkan dampak serius bagi ABK (anak buah kapal) serta ketidaknyamanan untuk setiap penumpang.

Sumber kebisingan suara terbesar di kapal adalah di ruang mesin, dimana suara berasal dari mesin penggerak utama. Dampak dari kebisingan terhadap ABK diantaranya :

1.       Dampak fisik : berkurangnya pendengaran, sakit kepala, stres, tekanan darah meningkat.

2.       Dampak psikologis : gangguan tidur, meningkatnya emosional, berkurangnya konsentrasi.

Kebutuhan Kapal Perang Modern

Meskipun perang dunia telah berakhir lebih dari setengah abad yang lalu, namun hampir setiap negara yang memiliki perairan tetap merasa perlu menegaskan posisinya sekaligus menjamin keamanan di perairan untuk melindungi negaranya dan aktivitasnya seperti nelayan dan perdagangan. Untuk hal inilah kehadiran kapal perang modern suatu negara dibutuhkan.

Menurut jenisnya kapal perang modern terbagi atas :

1.       Kapal induk, kapal perang yang dapat memuat pesawat tempur dalam jumlah besar.

2.       Kapal tempur, kapal perang bersenjata digunakan untuk pertempuran langsung di lautan.

3.       Kapal patroli, umumnya digunakan untuk mengawasi perairan internal suatu negara.

4.       Kapal angkut, untuk mengangkut berbagai kendaraan militer, misal : jeep, tank, hovercraft.

5.       Kapal selam.

6.       Kapal pendukung, misal : kapal tanker & kapal tender.

Perkembangan Kapal Perang NKRI

Kebanyakan peralatan militer Indonesia masih didatangkan dari negara lain, seperti China, Korea dan Amerika. Pesawat tempur, tank, kapal laut dan kapal selam masih banyak yang di impor. Namun dengan program pemerintah yang lebih memberdayakan industri dalam negeri, perlahan sudah mulai terlihat peralatan militer hasil karya anak bangsa.

Beberapa jenis kapal perang Indonesia buatan dalam negeri diantaranya :

1.   KRI Banjarmasin

Kapal ini diproduksi oleh PT. PAL yang bekerjasama dengan DSS (Dae Sun Shipbuilding) pada program transfer teknologi. Meskipun bukan 100% buatan Indonesia dimana kapal ini dipesan dari Korea Selatan, tapi pengerjaannya dibuat di galangan kapal PT. PAL dengan pengawasan tenaga ahli dan peralatan dari DSS.

2.   KRI Krait 827

Kapal ini bukan hanya rancangan anak bangsa namun 100% pekerjaannya ditangani putra-putri Indonesia yang tinggal di Batam, Kepulauan Riau. Ini KRI pertama di Indonesia berbahan baku aluminium yang sukses diproduksi.

3.   KRI Tarihu 829

Bertipe sama dengan KRI Krait 827 yang merupakan Kapal Patroli Cepat, KRI Tarihu 829 terbuat dari bahan GFRP (Glass Fiber Reinforced Plastic).

4.   KRI Alkura 820

Juga termasuk dalam tipe Kapal Patroli Cepat.

5.   KRI Clurit 641

Jenis KCR (Kapal Cepat Rudal) yang terbuat dari bahan baja khusus High Tensils Steel pada bagian lambung kapal, sementara bagian atas menggunakan aluminium alloy yang memiliki stabilitas dan kecepatan tinggi saat berlayar.

6.   KRI Kujang 642

Jenis KCR yang berbahan sama dengan KRI Clurit 641. Bahan High Tensils Steel yang digunakan diproduksi oleh PT. Krakatau Steel – Indonesia.

7.   KRI Banda Aceh

Serupa dengan KRI Banjarmasin, kapal ini juga bertipe LPD (Landing Platform Dock). Selain berfungsi memobilisasi pasukan, kapal ini juga dapat digunakan untuk fungsi OMSP (Operasi Militer Selain Perang), seperti membawa logistik ke daerah bencana alam.

8.   Kapal Induk Helicopter

Saat ini PT. PAL Surabaya juga sudah membuat prototype kapal induk kecil yang bisa memuat 6 helikopter, juga sudah membuat blueprint kapal induk untuk pesawat jet tempur.

9.   KCR Trimaran

KCR Trimaran adalah kapal perang multihull yang berbahan komposit serat karbon. Dengan bahan ini diharapkan kapal perang berpeluru kendali ini mampu memiliki manuver di atas air yang mumpuni, stabil, lincah, ringan namun kuat. Hal ini dikarenakan kekuatan serat karbon diyakini memiliki kekuatan 20 kali lebih kuat dibandingkan bahan dari baja.

Konsep Trimaran

Kapal Trimaran sendiri berarti kapal multihull (memiliki lambung kapal lebih dari satu), dimana terdapat satu lambung utama yang disebut Vaka dan dua lambung kecil atau cadik yang menempel di kanan dan kiri lambung utama yang disebut Amas.

Selama ini kapal perang selalu monohull (berlambung tunggal) yang sulit bila harus berlayar di perairan dangkal dan mudah tenggelam, namun konsep Trimaran memiliki keunggulan yakni : mampu berlayar di laut dangkal, lebih cepat, lebih ringan, stabil dan tidak mudah tenggelam. Meskipun demikian, dok yang lebih besar dibutuhkan mengingat Trimaran cadik di kanan dan kiri lambung utama dan saat berbelok diperlukan ruang yang lebih luas.

(Khemal Wikantoro)  

Sumber :

file:///C:/Users/asus/Downloads/Artikel%20Kapal%20Perang/Link%20Kapal%20Perang/Kapal%20perang%20-%20Wikipedia%20bahasa%20Indonesia,%20ensiklopedia%20bebas.htm

http://higthtech.blogspot.com/search/label/TEKNOLOGI%20KAPAL%20INDUK

file:///C:/Users/asus/Downloads/Artikel%20Kapal%20Perang/Link%20Kapal%20Perang/EndAnesia%20-%209%20KAPAL%20PERANG%20BUATAN%20INDONESIA.htm

http://rixco.multiply.com/journal/item/628?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem

http://jakartagreater.com/2012/05/misteri-kapal-cepat-rudal-trimaran/

Sumber Jurnal :

file:///C:/Users/asus/Downloads/Artikel%20Kapal%20Perang/Link%20Kapal%20Perang/STANDAR%20KEBISINGAN%20SUARA%20DI%20KAPAL%20%20%20Yudo%20%20%20KAPAL.htm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: